Purwakarta, 10 September 2024 – Program Studi Sistem Informasi Pendidikan (PSTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa aktif. Sertifikasi ini, yang bekerja sama dengan LSP P1 UPI dan pihak ketiga LSP Media Informatika dari Bekasi, merupakan langkah strategis untuk mengukur kemampuan para mahasiswa dalam menghadapi tantangan pasca-lulus.Penyelenggaraan kegiatan ini didanai oleh Dana RKAT Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI. Sertifikasi ini bertujuan sebagai pengakuan atas kompetensi yang dimiliki mahasiswa dan penting untuk menunjang karier mereka di dunia industri.
Kegiatan sertifikasi ini diikuti oleh mahasiswa PSTI dari angkatan 2020, 2021, 2022, dan 2023, yang masih aktif berkuliah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 September 2024 di Kampus UPI Purwakarta. Kegiatan dimulai dengan pra-asesmen daring pada Senin, 9 September 2024, diikuti dengan uji kompetensi selama tiga hari berikutnya. Sertifikasi ini didanai oleh Dana RKAT dari Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI.
Pada hari pelaksanaan uji kompetensi, 10 September 2024, kegiatan dilangsungkan di laboratorium kampus dengan durasi waktu 120 hingga 140 menit per sesi. Meski acara sertifikasi ini diselenggarakan dalam waktu singkat, persiapan mahasiswa telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya. Penilaian akhir sedang berlangsung, dan akan menentukan apakah seluruh peserta dinyatakan lulus atau ada yang gugur.
Sertifikasi ini dipandu oleh asesor dari LSP Media Informatika, yang telah bekerjasama dengan PSTI. Proses sertifikasi berlangsung lancar dengan peserta menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan sesuai prosedur. Harapannya, mahasiswa dapat memperoleh sertifikasi resmi yang diakui oleh industri.
Mengapa Sertifikasi Ini Penting?
Seorang peserta, Ayyas, menjelaskan bahwa sertifikasi ini merupakan langkah penting bagi mahasiswa untuk membuktikan kemampuan mereka yang terukur berdasarkan standar yang diakui oleh industri. “Sertifikasi ini memberikan bentuk fisik atau data yang diakui oleh pihak-pihak atau mitra yang membutuhkan. Kemampuan mahasiswa menjadi terlegitimasi dan bisa dipertanggungjawabkan, dan ini menjadi poin tambah tersendiri,” jelas Ayyas.
Kesan dan Pesan Peserta
Beberapa peserta membagikan pengalaman mereka dalam mengikuti sertifikasi ini. Risma, salah satu peserta, mengungkapkan perasaan campur aduk saat mengikuti sertifikasi. "Jujur, awalnya bingung gimana cara melakukannya, tapi setelah tahu kuncinya, akhirnya bisa juga," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini cukup melelahkan karena waktu yang singkat namun intens.
Akda, peserta lainnya, menambahkan bahwa sertifikasi ini memerlukan konsentrasi tinggi. “Kegiatan ini singkat, padat, dan sangat menantang. Tapi setelah melaluinya, saya merasa puas bisa menyelesaikannya dengan baik,” katanya.
Fairuz, peserta lain, juga memberikan kesan serupa. “Di awal terasa sangat pusing, bahkan sempat bingung sendiri. Tapi akhirnya, setelah melewati semua prosesnya, ada rasa lega dan bangga bisa memperoleh sertifikasi ini.”
Dengan berakhirnya sertifikasi ini, mahasiswa diharapkan dapat menggunakan sertifikat yang mereka peroleh untuk menunjang karier mereka di masa depan, terutama di dunia industri yang sangat menghargai kemampuan dan kompetensi yang teruji secara resmi.
