Purwakarta, 26 Februari 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Purwakarta menggelar seminar bertajuk *Sehat Jiwa Raga* sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan produktif. Seminar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemimpin staf kelurahan, camat, RT/RW, dosen, mahasiswa, serta Wakil Direktur UPI Purwakarta.
Dalam sambutannya, Direktur UPI Purwakarta menegaskan komitmen kampus terhadap kebijakan Rektor UPI dalam mewujudkan Kampus Sehat dengan prinsip Zero Bullying, Zero Perjudian, serta berbagai kebijakan lainnya. "Tugas kita berat. Jika jiwa tidak sehat, pikiran juga tidak akan sehat, sehingga sulit menjalankan pedoman kampus sehat," ujar beliau.
Pentingnya Kesehatan dalam Kehidupan Akademik
Seminar ini menghadirkan dua pembicara utama yang membahas kesehatan dari berbagai perspektif.
Bapak Husen Ahmad Baajry, M.D., Ph.D
Founder Bajry Diet Fasting Therapy dan Scalp Therapy for Baldness ini menyoroti pentingnya kesadaran mahasiswa terhadap kesehatan diri. Menurutnya, banyak mahasiswa yang bangga dengan gelar akademik tetapi lupa menjaga tubuhnya.
"Orang sehat merupakan makhluk langka di abad 21. Penyakit kronis sering kali bermula dari penyakit kecil yang tidak ditangani dengan tepat," ungkapnya. Ia menekankan bahwa tubuh manusia adalah dokter terbaiknya sendiri, sehingga penting untuk mengenali sinyal tubuh dan menjaga pola hidup sehat.
Beliau juga memperkenalkan konsep Holistic Medicine, yaitu metode pengobatan yang berfokus pada penyebab penyakit, bukan hanya gejalanya. Ia menyoroti bahwa semakin instan suatu obat, semakin besar pula efek sampingnya.
"Perut adalah sumber utama penyakit," kutipnya dari Al-Qur’an, seraya mengajak peserta seminar untuk lebih memperhatikan pola makan dan konsumsi makanan alami seperti madu dan air kelapa sebagai alternatif pengobatan alami.
Dr. Phil. Leli Kurniawati, S.Pd., M.Mus
Dalam sesi berikutnya, Dr. Leli Kurniawati membahas konsep Kampus Sehat yang berlandaskan:
-UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
-Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Beliau menekankan bahwa kebahagiaan dan kesehatan jasmani-rohani berbanding lurus dengan produktivitas seseorang.
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah" (HR. Muslim), kutipnya, menegaskan bahwa kesehatan merupakan investasi penting dalam kehidupan akademik dan profesional.
Sesi Tanya Jawab: Menjaga Pola Makan Sehat
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bertanya tentang cara menjaga pola makan sehat agar sistem pencernaan tetap lancar.
Dr. Leli memberikan beberapa saran praktis:
1. Menghindari makanan instan dan penyedap rasa berlebihan.
2. Mengonsumsi makanan kaya alkali seperti alpukat dan nanas.
3. Memastikan asupan cairan yang cukup dan rutin bergerak.
4. Membiasakan minum air saat perut kosong, terutama setelah bangun tidur.
Seminar ini ditutup dengan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Sehat jiwa dan raga adalah kunci produktivitas dan kemajuan bangsa. Jika kesehatan diabaikan, maka dampaknya akan terasa di berbagai aspek kehidupan,” pungkas Bapak Husen Ahmad Baajry.
